PENGERTIAN PENILAIAN KINERJA
Pengertian dari kinerja. Kinerja didefinisikan sebagai
catatan
outcomes yang dihasilkan pada fungsi atau aktivitas pekerjaan tertentu selama
periode waktu tertentu (Bernardin & Russell, 1998). Sedangkan yang dimaksud
dengan penilaian kinerja adalah suatu proses membandingkan kinerja karyawan
dengan standar yang telah ditetapkan oleh organisasi.
Tetapi lebih khusus lagi, penilaian
kinerja merupakan proses di mana kontribusi karyawan terhadap organisasi selama
periode tertentu dinilai (Fisher, et at, 1990).
Sedangkan
menurut Dessler (2000), penilaian kinerja adalah (usaha) mengevaluasi kinerja
karyawan pada saat ini dan masa lalu dikaitkan dengan standar kerjanya.
Noe,et.al,
(2000) mendefinisikan pengertian kinerja yang lebih strategis, menurutnya
penilaian kinerja hanya merupakan salah satu bagian dari proses manajemen
kinerja secara luas.
Yang
dimaksud dengan manajemen kinerja adalah suatu proses di mana manajer yakin
bahwa aktivitas dan output karyawan telah sesuai dengan sasaran organisasi.
Atas
dasar pengertian Noe dan kawan-kawan (2000) di atas, sistem manajemen
kinerja mencakup tiga
bagian, yaitu:
Sistem manajemen kinerja dikhususkan bagi aspek-aspek kinerja yang relevan terhadap organisasi, terutama yang diperoleh melalui analisis jabatan.
2. Proses Pengukuran Kinerja
Proses pengukuran kinerja melakukan pengukuran
terhadap aspek-aspek kinerja melalui penilaian kinerja.
Proses penilaian kinerja ini menurut Dessler (2000). mencakup (1) merancang standar kerja, (2) menilai kinerja aktual karyawan dikaitkan dengan stadarnya dan (3) memberikan umpan balik kepada karyawan dengan tujuan memberikan motivasi kepada karyawan, memperkecil kekurangan kinerja atau sebaliknya mempertahankan kinerja agar datas standar
3. Pemberian Umpan Balik Informasi Kinerja
Umpan balik kepada karyawan dimaksudkan agar
karyawan dapat melakukan penyesuaian kinerja mereka dengan sasaran organisasi
karena mereka telah mengetahui seberapa baik mereka telah berkinerja dibandingkan
dengan standar/sasaran yang telah ditetapkan oleh organisasi.
Satu hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian kinerja adalah bahwa suatu fungsi harus dievaluasi dengan kerja yang dilaksanakan, bukan karakteristik orang yang melakukan pekerjaan tersebut. Kesalahan yang sering terjadi di dalam sistem penilaian kinerja, yaitu tidak mengukur kinerja tetapi mengukur orangnya. Sebagaimana telah didefinisikan di atas, kinerja merupakan seperangkat outcome yang dihasilkan selama periode waktu tertentu.
Artinya adalah kinerja tidak mengacu kepada sifat
atau karakter individu secara personal, tetapi mengacu kepada hasil kerja
seseorang. Penilaian dan umpan balik kinerja juga dapat menjadi proses yang
sarat dengan emosi, yang secara dramatis akan mempengaruhi sikap karyawan
terhadap organisasi dan diri mereka sendiri.
Terdapat beberapa asumsi yang mendasari pentingnya
penilaian kinerja, yaitu sebagai berikut.
a. Setiap orang ingin memiliki peluang untuk
mengembangkan kemampuan kerjanya semaksimal mungkin.
b. Setiap orang ingin mendapatkan penghargaan bila ia
dinilai melaksanakan tugasnya dengan baik.
c. Setiap orang ingin mengetahui karier yang akan diraihnya bila melaksanakan tugas dengan baik.
d. Setiap orang ingin mendapatkan perlakuan dan penilaian objektif atas dasar kinerjanya.
TUJUAN PENILAIAN KINERJA
Setelah kita mengetahui pengertian dari penilaian
kinerja, mungkin kita masih bertanya-tanya sebenarnya apa tujuan atau kegunaan
dari penilaian kinerja yang kita lakukan?
Tujuan dari penilaian kinerja antara lain sebagai berikut.
1. Meningkatkan kinerja karyawan dengan cara membantu
mereka agar menyadari dan menggunakan seluruh potensi mereka dalam rangka mewujudkan tujuan organisasi.
2. Memberikan informasi kepada karyawan dan pimpinan
sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan.
Tujuan Specifik penilaian kinerja pada Perusahan/Organisasi/Kantor adalah
a) Mempromosikan karyawan yg berprestasi
b) Memberikan punishment/menindak kepada karyawan yg
tidak berprestasi
c) Melatih. Medisplinkan karyawan, melakukan rotasi
mutasi tour of duty karyawan
d) Alat untuk
Mengukur dalam memberikan Reward/tidak memberikan Reward karyawan (
Upah, Bonus, kenaikan Gaji ) pada organisasi/instansi/Perusahaan
e) Dasar untuk mengambil kebijakan dalam memberikan
Reward/Punisment



Komentar
Posting Komentar